BAK MURKA Bukan Narkoba, Pengakuan Nia Ramadhani Hal Ini yang Buat Ibunda Ardi Bakrie Marah : Kurang Apa Lagi



Bukan narkoba, ternyata menurut pengakuan Nia Ramadhani, satu hal ini yang justru bisa membuat mertuanya marah besar.

Ibu Ardi Bakrie bakal sangat marah dengannya, bahkan bisa mengusirnya jika melakukan hal tersebut.

Hal apakah yang dimaksud oleh Nia Ramadhani?

Nama Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie tengah menjadi sorotan publik luas saat ini.

Hal tersebut tak lepas dari skandal narkoba yang baru saja ketahuan mereka lakukan.

Ya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie diketahui mengonsumsi sabu.

Keduanya pun ditangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkotika.

Keduanya ditangkap di tempat terpisah.

Polisi menangkap Nia Ramadhani di kediaman mereka.

Sedangkan Ardi Bakrie menyerahkan diri tak lama setelah dihubungi Nia Ramadhani.

Polisi awalnya, polisi mendapat informasi bahwa Nia Ramadhani sering menggunakan narkoba jenis sabu.

Ternyata kemudian, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku sudah lima bulan isap sabu.




"Kami masih mendalami. Pengakuan awal sekitar 4 -5 bulan, tapi masih terus kami dalami," kata Yusri Yunus.

Bahkan di rumah Nia Ramadhani pun, polisi menemukan alat hisap sabu.

Dari tangan ZN, Polisi menemukan satu klip narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,78 gram.

Menurut Yusri Yunus, Nia Ramadhani membeli sabu tersebut seharga Rp 1,5 juta.

Sejak memutuskan menikah muda, Nia Ramadhani dikenal sebagai sosialita dan menantu kesayangan keluarga Bakrie.

Tapi ada satu aturan yang tak boleh dilanggar sang artis beranak tiga itu.

Apalagi diketahui mertua Nia Ramadhani merupakan konglomerat di Indonesia.

Maka dari itu, Nia Ramadhani berusaha untuk tidak mengecewakan mertuanya.

Yakni, ayah dan ibunda Ardi Bakrie ternyata sangat melarang jika Nia Ramadhani adegan ciuman dengan pria lain.

Nia mengaku akan diusir sang suami kalau dirinya melakukan adegan ciuman dalam pembuatan sebuah film.

Ibu dari tiga anak ini memang diketahui langsung hengkang dari dunia perfilman setelah menikah dengan Ardie Bakrie.

Sejak saat itu, Nia Ramadhani sama sekali tidak pernah terlibat dalam pembuatan film ataupun sinetron.

Hal ini diceritakan Nia Ramadhani ketika berbincang dengan Shandy Aulia dalam sebuah acara televisi yang dipandunya bersama Jessica Iskandar, Ngopi Dara Trans TV edisi Mei 2019.

Nia bertanya pada Shandy Aulia apakah suaminya tidak keberatan saat ia melakoni adegan ciuman dengan Samuel Rizal dalam sekuel film "Eiffel I'm in Love 2."

Shandy pun mengaku suaminya tidak keberatan dengan adegan itu, karena setelah menerima naskah film ia langsung berdiskusi dengan sang suami.

Sebaliknya, Nia Ramadhani mengaku bakal diusir oleh ayah dari ketiga anaknya tersebut jika nekat melakoni adegan ciuman dalam sebuah film.

"Kalo gue beradegan begitu ( ciuman), gue pasti dikunci di depan rumah.

Korban mertua juga. Gue pasti diusir dari rumah," tutur Nia Ramadhani

Nia juga memprediksi apa yang akan dikatakan sang suami apabila dirinya nekat mengambil film dengan adegan ciuman.

"Dia pasti marahin gue. Kurang apa lagi sih, mau apaan sih lo ciuman-ciuman, masih kurang?" kata Nia Ramadhani.

Kabar Terkini Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Berdasarkan hasil tes urine, ketiganya dinyatakan positif mengandung sabu atau metaphetamine.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menyampaikan kondisi terkini Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

"Kondisinya baik-baik saja. Masih dalam pemeriksaan saat ini," kata Indrawienny Panji Yoga ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (9/7/2021).

Mengingat selama lima bulan Nia Ramadhani dikabarkan sering mengonsumsi sabu, apakah wanita 31 tahun itu mengalami sakau?

"Engga, engga ada (sampai sakau)," tegasnya.

Karena kondisinya baik, Panjiyoga memastikan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bisa menjalani pemeriksaan selama dua hari ini.

"Mereka kooperatif selama pemeriksaan" ujar Indrawienny Panjiyoga.

Diberitakan sebelumnya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Nia Ramadhani di kediamannya di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021) pukul 15.00 WIB.

Saat penangkapan berlangsung, polisi mengawalinya dengan mengamankan supir Nia Ramadhani, ZN.

Dari ZN, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,78 gram yang diakuinya milik Nia dan Ardi Bakrie.

Kemudian, polisi menangkap Nia Ramadhani di dalam rumah.

Ketika digeledah, polisi mengamankan alat hisap sabu alias bonk.

Dari keterangannya, Nia Ramadhani mengakui dirinya sering mengonsumsi sabu bersama dengan sang suami, Ardi Bakrie.

Kemudian, Nia Ramadhani dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Setibanya di kantor polisi, Nia Ramadhani menghubungi Ardi Bakrie bahwa dirinya ditangkap polisi.

Kemudian, Rabu malam tepatnya pukul 20.00 WIB, Ardi Bakrie datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri.

Hasil tes urin Ardi, Nia Ramadhani, dan ZN positif mengandung sabu atau metaphetamine.

Ardi Bakrie, Nia Ramadhani, dan supirnya, ZN ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Dari hasil keterangan, Nia Ramadhani sering konsumsi sabu bareng Ardi Bakrie lima bulan ini.

Sabu seberat 0,78 gram yang disita polisi dibeli mereka seharga Rp 1,5 juta.

Dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan ZN dijerat dengan pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

Kenapa dibawa keluar dari Polres?

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan soal pasangan suami-istri Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie yang dibawa keluar dari Mapolres pada Kamis (8/7/2021) malam.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indraweny Panji Yoga mengatakan, keduanya dibawa untuk kepentingan pengembangan kasus tersebut.

"Kami sedang melakukan pengembangan ke beberapa titik yang sesuai dari keterangan tersangka," kata Panji kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Pengembangan itu dilakuan untuk menyisir ke tiap lokasi sesuai keterangan ketiga tersangka.

Hanya saja, Panji tak menjelaskan secara terperinci terkait pengembangan tersebut.

"Sementara kami masih dalam proses penyidikan pemeriksaan," ujar Panji.

Kompol Panji berjanji akan menyampaikan lebih lanjut terkait pengembangan kasus tersebut.

sumber : batam.tribunnews.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel