Bak Melukai Hati Banyak Orang Sebut Orang Gila Bebas COVID-19, Deddy Corbuzier dan Mongol Disomasi



Podcast Deddy Corbuzier dengan bintang tamu komedian Mongol berjudul 'Orang Gila Bebas COVID' berbuntut panjang. Puluhan organisasi penyandang disabilitas pun melayangkan somasi kepada keduanya.

Sebanyak 80 organisasi penyandang disabilitas yang sebagian besar adalah organisasi penyandang disabilitas mental menuntut pertanggungjawaban baik Deddy maupun Mongol atas apa yang diucapkan dalam podcast itu.

Isi podcast yang menyinggung tentang orang dengan gangguan jiwa itu dianggap telah melukai hati banyak orang, tidak hanya orang dengan gangguan jiwa tapi juga sebagian besar penyandang disabilitas.

Dalam podcast, Mongol berkata, "Rumah sakit jiwa di seluruh dunia belum ada satu pun yang terpapar Covid." Lalu, dia melanjutkan, "Orang gila nggak ada yang pake masker sampai saat ini."

Pernyataan itu dinilai tidak benar karena faktanya beberapa rumah sakit jiwa menjadi klaster COVID-19 tersendiri seperti di Boyolali, di mana dua orang di antaranya meninggal dunia.

Karena itu, dalam somasi yang dilayangkan tersebut, para penyandang disabilitas meminta agar Deddy Corbuzier menghapus video podcast tersebut. Deddy juga diminta untuk menghentikan sirkulasi video tersebut yang sudah menyebar melalui berbagai media sosial.

Selain itu, Deddy dan Mongol diminta untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait podcast tersebut. Jika hal tersebut tidak dilakukan dalam waktu enam hari, maka langkah hukum akan ditempuh.

Salah satu penyintas gangguan bipolar, Ratna Dewi mengaku sangat marah dan dilecehkan oleh podcast tersebut.

"Mereka menganggap penyakit kejiwaan itu gila, dianggapnya yang di rumah sakit itu teriak-teriak sampai dia bilang seperti itu. Kita sebenarnya berpenyakit tapi bisa dikontrol dengan obat," ujarnya dalam konferensi pers virtual Rabu, 30 Juni 2021.

Dia pun menekankan bahwa apa yang dibicarakan Deddy dan Mongol dalam podcast itu bisa menimbulkan stigma negatif. Apalagi banyak followers Deddy yang menertawakan hal itu.

"ODGJ sebagai bahan tertawaan itu tidak etis," tegasnya.

Penyintas skizofrenia Anam juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, apa yang diutarakan Mongol tidak didukung dengan pengetahuan dan data yang akurat.

"Kalau disebut pasien gangguan jiwa dikatakan kebal Covid itu penyesatan parah, penyesatan akut," katanya.

Ssumber : viva.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel