"Bak Hilang Tanpa Sebab "Ingat Sapri? Lama Tak Muncul di TV, Komedian Ini Tengah Sakit, Kondisinya di Ruang ICU Banjir Doa

 

Kabar datang dari komedia Sapri.

Lama tak terlihat di layar kaca televisi, kondisi kesehatan komedian Sapri Pantun ternyata lagi menurun.

Pelawak yang juga dikenal sebagai Sapri Pesbukers dikabarkan masuk ICU.

Hal itu disampaikan oleh rekannya, Ruben Onsu di Instagram pribadi miliknya @ruben_onsu, Kamis (6/5/2021).

Dalam unggahan tersebut, terlihat Sapri tengah tidur di ranjang rumah sakit dengan infus dan alat bantu pernafasan.

"Mohon doanya untuk saudara kita @sapri_pantun yang sekarang ini terbaring sakit di ICU," tulis Ruben pada Kamis (6/5/2021) dini hari.

Tidak hanya itu, Ruben pun berucap jika istri dari Sapri Pantun ini akan segera melahirkan anak keduanya.

"Semoga segera pulih dan melihat istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan anak ke-2," sambungnya.

Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab komedian Sapri harus mendapatkan perawatan intensif di ruangan ICU rumah sakit.

Postingan ruben tersebut sontak dibanjiri komentar netizen sebanyak 3 ribu komentar di dalamnya dengan ucapan doa lekas sembuh serta telah di sukai sebanyak 149 ribu pengguna Instagram.

Pesbukers Disanksi KPI, Gara-gara Adegan Candaan yang Dilakukan Raffi Ahmad, Komeng dan Eko Patrio

Acara hiburan saat ramadan kembali mendapat sanksi KPI.

Komisi Penyiaran Indonesia memberikan sanksi teguran tertulis untuk acara Pesbukers ANTV New Normal.

Pesbukers New Normal ini tayang selama bulan ramadan setiap hari mulai pukul 16.00 WIB.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada Raffi Ahmad dan Eko Patrio yang mengisi acara ini.

Adapula sejumlah artis dan komedian lain yang mengisi acara Pesbukers New Normal.

Lantas adegan apa saja yang membuat Pesbukers ANTV mendapatkan sanksi teguran oleh KPI?

Ada beberapa adegan candaan yang diduga tak pantas dilakukan di layar kaca, dilakukan oleh para pemainnya seperti Raffi Ahmad, Eko Patrio, Komeng dan juga Anwar BAB.

Berikut penjelasan lengkapnya, yang dibagikan di laman website resmi KPI (kpi.go.id):

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memutuskan memberi sanksi teguran tertulis untuk program siaran "Pesbukers New Normal" di ANTV.

Program ini kedapatan melanggar ketentuan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Acuan yang dilanggar program ini terkait kewajiban menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat.

Berdasarkan surat teguran KPI ke ANTV yang dilayangkan pada Kamis (22/4/2021) disebutkan bahwa program siaran "Pesbukers New Normal" yang ditayangkan ANTV pada 13 April 2021 pukul 16.12 WIB dengan klasifikasi R13+ memuat adegan Komeng yang mencoret wajah Vicky Prasetyo menggunakan spidol. 

Kemudian, pada pukul 16.42 WIB ditanggal yang sama ditemukan pula adegan Eko Patrio melempar sendal ke tubuh Anwar, serta pada pukul 17.37 WIB adegan Raffi Ahmad mengelap wajah Anwar menggunakan lap yang sudah diberi tinta. 

Pada 14 April 2021 pukul 17.06 WIB, KPI mendapati perkataan yang diucapkan oleh Anwar kepada Parto “..bapak kalau udah tua jangan bloon-bloon amat, pak..”.

Selain itu, terdapat adegan Komeng berkata kepada Adul, “..bapak kecil banget kaya virus..”.

Terdapat juga adegan Adul yang lehernya dililit dengan boneka ular hingga merasakan ketakutan karena dirinya mempunyai phobia terhadap ular dan pada pukul 18.43 WIB terdapat percakapan antara dua orang wanita yang bermakna asosiatif, “..ini timun Pakistan makanya agak gede..” “..aku belanja ini biar stamina kita fit..”.

Pada tanggal 15 April 2021 pukul 16.05 WIB, KPI juga menemukan dalam program tersebut muatan kata candaan seperti “..kerak telor..” dan “..serigala..” yang ditujukan kepada seorang pria.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan perkataan ataupun tindakan dalam siaran yang disebutkan di atas dinilai tidak mengindahkan penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan dalam siaran.

Meskipun konteksnya untuk candaan, nilai-nilai dan norma baik tersebut harus dijaga. 

"Kami memahami perkataan ataupun tindakan para host acara Pesbukers New Normal dimaksudkan bercanda agar dapat menghibur penonton,"

"Tapi kami menegaskan model candaan demikian mestinya sudah harus dikurangi bahkan dihilangkan di layar kaca kita karena kita harus memahami dan juga memberi penghormatan pada nilai dan norma yang berlaku, baik dalam aturan maupun di tengah masyarakat," jelas Mulyo Hadi. 

Ditambahkan, penghormatan terhadap nilai dan norma dalam siaran juga berkaitan erat dengan cara pandang dan penerimaan penonton khususnya anak dan remaja terhadap tayangan.

Menurut Mulyo, tim produksi terutama para host acara "Pesbukers New Normal" harus berhati-hati dan jeli menyampaikan konsep atau model candaannya dalam kaitan perlindungan terhadap anak dan remaja. 

"Saatnya sekarang kita mengubah cara becanda model seperti itu di layar kaca. Mulai mencari atau mengkonsep bentuk candaan yang cerdas dan tidak melulu kasar, membahayakan atau merendahkan orang lain,"

"Kami mengingatkan jika penonton anak dan remaja merupakan peniru ulung. Ketika mereka menganggap tontonan itu hal yang biasa, ini dikhawatirkan menjadi kebiasaan keseharian mereka dalam bergaul atau bersosialisasi," ujar Mulyo.

Hasil dari keputusan pleno penjatuhan sanksi KPI, dari temuan yang diperoleh Tim Analis Pemantaun, program siaran "Pesbukers New Normal" yang ditayangkan ANTV telah melanggar 8 (delapan) pasal dalam P3SPS. 

"Kami berharap teguran ini menjadi masukan dan pelajaran bagi ANTV untuk perbaikan,"

"Kami juga meminta seluruh lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati menayangkan konsep acara humor atau candaan dengan model demikian,"

"Sebaiknya, mulai sekarang hindari model candaan seperti itu. Ini demi kebaikan dan kedewasaan isi siaran kita," tutup Komisioner bidang Isi Siaran ini. 

sumber : solo.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel