Satu Indonesia Tertipu dengan Berita Babi Ngepet di Sawangan Depok Ternyata Semuanya HOAX, Polisi Bongkar Niat Busuk Oknum Ustaz yang Rekayasa Kasus hingga Berani Beli Babi Seharga Rp900 Ribu Secara Online : Dia Ingin Jadi Ustaz Terkenal dan Majlis Taklimnya Ramai


Beberapa waktu lalu, masyarakat kampung Bedahan, Sawangan, kota Depok dihebohkan oleh kasus babi ngepet.

Konon, babi berukuran kecil yang ditemukan warga Depok itu bukan babi hutan biasa, melainkan babi ngepet yang kerap digunakan oleh orang-orang yang ingin kaya tapi dengan cara praktik pesugihan.

Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, babi itu muncul usai warga ada yang melihat orang mencurigakan masuk ke wilayah mereka pada dini hari (27/4/21).

Menggunakan motor matic, mereka berboncengan memasuki wilayah Bedahan, seorang di antaranya menggunakan jubah hitam. 

Kecurigaan warga semakin bertambah usai beberapa di antaranya mengaku merasa kehilangan uang. 

Walhasil, mereka pun melakukan rencana untuk menangkap babi ngepet itu.

Berjumlah 15 orang, mereka beramai-ramai menangkap babi ngepet yang katanya sebelum ditangkap berukuran besar, namun menyusut usai ditangkap.  

 

Bahkan, karena cemas babi itu akan menghilang, mereka pun lalu menguburnya di dekat pemakaman warga. 

Tindakan tersebut bertujuan agar pemilik hewan yang diduga babi ngepet itu mendatangi mereka lantaran ‘anaknya’ telah hilang.

KABAR BABI NGEPET ITU TERNYATA HOAKS

Dari pesan berantai dari kepolisian yang tersebar di media sosial terungkap, kalau berita babi ngepet itu hanya hoaks dan rekayasa.

Orang yang membuat berita bohong itu adalah oknum ustaz bernama Adam Ibrahim. 

Menurut keterangan pihak kepolisian, cerita babi ngepet itu bermula saat saudara Adi Firmanto bercerita kepada saudara Ustad Adam Ibrahim yang sudah dua kali mengalami kehilangan uang sebesar Rp1 Juta.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menyatakan bahwa rekayasa ini telah direncanakan oleh AI sejak bulan lalu.

Ustaz Adam Ibrahim pun segera mengungkapkan hal itu terjadi karena ulah tuyul atau babi ngepet. 

Dari situ, mereka pun membuat cerita dan rekayasa seolah membenarkan cerita babi ngepet itu.

Oknum ustaz dan teman-temannya membuat rekayasa cerita itu. 

"Tersangka ini bekerja sama dengan kurang lebih delapan orang, membuat cerita seolah-olah babi ngepet itu benar, ternyata itu adalah rekayasa dari tersangka dan teman-temannya," ungkap Imran.

Imran memastikan semua kabar yang kadung tersebar selama beberapa hari terakhir adalah hasil rekayasa, mulai dari cerita delapan orang warga bugil menangkap babi ngepet sampai kisah-kisah orang yang berubah jadi babi.

"Mereka hanya buka baju saja (saat menangkap babi)," ujarnya.

"Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher, ikat kepala merah, itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan, bohong, tidak benar," tegas Imran.

Babi tersebut dipesan secara online oleh AI dkk seharga Rp 900.000.

Setelah tiba, babi itu dilepas di dekat rumahnya, sebelum kemudian mereka tangkap lagi.

Orang yang membunuh dan mengubur babi itu juga sudah termasuk dalam skenario, termasuk upaya memviralkannya.

"Supaya skenario itu nyambung dari awal sampai akhir itulah, peran-peran orang-orang tertentu sudah diatur," kata Imran.

MOTIFNYA AGAR MAJLIS TAKLIMNYA RAMAI

Adapun, motif ustaz Adam ibrahim telah berbohong dan melakukan penipuan lewat cerita babi ngepet adalah supaya terkenal kemudian majlis taklim bertambah banyak pengikutnya.

Hal itu dibenarkan oleh kesaksian warga yang juga tetangga dekat pelaku. 

"Dia punya tempat pengajian, tapi tempat pengajiannya sangat sepi, makanya dia bicara begitu biar orang percaya dan ikut pengajiannya dan menjadi ustaz terkenal, ungkap warga yang tak mau disebutkan namanya yang percapakannya terekam di media chat  whatsapp. 

sumber: hits.grid 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel