TAK Ada Angin Tak Ada Hujan Mendadak Sule Bicara soal Kematian, Ternyata Diam-diam Suami Nathalie sudah Siapkan Ini: Kita Hidup di Dunia untuk Meninggal


Drama perebutan harta warisan Lina, antara Teddy dan Rizky Febian kini terus jadi sorotan.

Disisi lain, baru-baru ini Sule mendadak singgung soal perihal kekayaan yang tidak dibawa mati.

Pengakuan Sule ini terekam di kanal youTube Abdel Achrian, Kamis (29/1/2021).

Mulanya, Abdel menyinggung rumah megah yang ditempati Sule.

"Ini berapa lama bangun rumah? Total (luas tanah)," tanya Abdel.

"Ini berapa lama ya, ini rumah jadi, 745m lah, udah ada rumahnya, beli sana, karena rumah ane banyak orang, akhirnya bikin lah sebelah sini, 800m," jelas Sule.

"Berarti semuanya 1500 meter persegi," kata Abdel.

Abdel Achrian lantas syok dengan luas tanah yang dimiliki sahabatnya itu.

Bukan cuma itu, komedian kondang itu juga bicara mengenai ajal.

Takdir tak ada yang tahu, Sule tegas bahwa kekayaan yang ia miliki tidak akan dibawa mati.

"Ya biasa aja, ya rumah juga, satu kamar juga (tempat tidur), makan segitu juga, sama saja, pakaian juga satu doang, ganti, udah.

"Enggak jadi ukuran, mau 1000, mau meninggal juga di tanah ini juga," jelas Sule.

Suami Nathalie Hoslcher tersebut bahkan sudah mempersiapkan "rumah masa depan".


Abdel kemudian penasaran apakah Sule sudah sejauh itu memikirkan perihal kematian.

"Ohh, bener. Udah nyiapin tapi?" tanya Abdel.

"Udah, udah ada tanah wakaf di Cimahi," jawab Sule.

"Lo termasuk yang merencanakan masa depan berarti?" tanya Abdel Achrian.

"Harus direncanakan karena tujuan kita hidup di dunia untuk meninggal," kata suami Nathalie Holscher.

Sebelum masalah ini mereda, seorang ahli tarot menerawang soal maksud Teddy yang terus berkoar-koar soal harta warisan Lina.

Dalam kanal YouTube Denny Darko (2/1/2021), mulanya muncul kartu bernama Ten of Swords.

Menurutnya ada maksud lain di balik Teddy yang berkoar-koar soal harta warisan Lina.

Denny menduga bahwa Teddy ingin anaknya Bintang diasuh oleh pihak Sule.

"Ini kayaknya niatnya nggak cuman menyelesaikan saja pasti ada niat lainnya. Bisa saja apa bisa karena udah nggak bisa mengurusi anaknya (Bintang) ya. Ada baiknya kalo ini berakhir anaknya diurus sama sodara-sodara tirinya," ujar Denny Darkoa.

Hal tersebut diperkuat dengan munculnya kartu kedua yang bernama Seven of Swords, ada seseorang yang membawa kabur pedang dan menyisakan sebagian pedang lainnya.

"Sepertinya tujuannya sebenernya bukan itu, ada sesuatu yang lainnya yang sedang dikerjakan," ungkap Denny.

Tidak sampai di situ, menurut terawangan Denny Darko, akhirnya Teddy berharap anaknya Bintang bisa diasuh oleh Sule.

"Ini memperkuat kartu kedua tadi, tujuannya kayaknya bukan ini deh, yang ditarget bukan uang," terawang Denny.

"Sepertinya endingnya anaknya (Bintang) dititipkan ke keluarga Kang Sule," sambungnya.

Kini, usai kedua belah pihak bertemu, kuasa hukum Teddy, Ali Nurdin mengungkapkan tujuan Teddy meminta sebagian harta warisan Lina.

Ali menyebutkan bahwa sejak awal Teddy memang hanya memperjuangkan hak anaknya.

Bahkan katanya Teddy tidak ingin mendapatkan bagiannya.

"Disampaikan juga oleh sodara Teddy bahwa dia menuntut hak anaknya, Bintang.

Saya sudah yakinkan dia 'apakah hak Anda kita perjuangkan juga?'. Dia bilang 'itu bukan tujuan utama kasus ini mencuat' dia hanya ingin kepastian masa depan anaknya si Bintang," ujar Ali dilansir dari acara Hot Shot (30/1/2021).

Lebih lanjut, Ali mengungkapkan terkait hak yang bisa didapatkan Bintang seperti rumah atau biaya pendidikan.

"Mereka akan berhitung juga berapa sih nilai, atau apa sih yang layak untuk diberikan kepada adiknya itu. Walau bagaimana itu masih satu darah," ujar Ali.

"Teddy si mungkin, ada tempat tinggal yang layak, saya nggak masuk ke sana. Mungkin si kebutuhan anaknya, sekolah atau apa," sambungnya.


sumber: jambi.tribunnews. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel