Nasib Anak Angkat Anang Hermansyah dan Ashanty Kini Diduga Tak Lagi di Biayai Sekolah dan Melepas Tanggung Jawab pada Muhammad Putra: Tidak Sungguh-sungguh Mesantrenin Putra


Kabar kurang mengenakkan menimpa keluarga Ashanty dan Anang Hermansyah.

Ashanty dan Anang diduga melepas tanggungjawab pada anak angkatnya, Muhammad Putra.

LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie menceritakan nasib Putra di pesantren tempanta mengenyam pendidikan kini tak jelas.

Pasalnya uang pangkal untuk Putra justru dialihkan untuk santri lain.

Abdul Hamim Jauzie mengaku sudah mencoba untuk meminta kejelasan dari Ashanty soal nasib Putra.

"Beberapa hari yang lalu saya berkomunikasi langsung dengan pihak Ashanty dengan Pak Toni mempertegas bahwa betul Putra itu tidak lagi menjadi tanggung jawab Ashanty," kata Abdul Hamim Jauzie dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Beepdo.

Informasi yang diterimanya, uang pangkal untuk Putra justru dialihkan pada santri lain.

"Dan bagi kami tidak jadi soal, kami hanya mempertanyakan saja,

Uang pangkal yang sudah dibayarkan pihak Ashanty ke pesantren katanya diperuntukan untuk anak yang lain," kata Abdul Hamim Jauzie.

Akibatnya kini Putra tidak bisa lagi melanjutkan pendidikan di pesantren tersebut.

Bila memang mau melanjutkan di pesantren tersebut, Putra harus membayar uang pangkal.

Nantinya Putra akan dianggap sebagai santri baru.

"Ini artinya Putra tidak bisa melanjutkan tanpa biaya sendiri yah,

jadi kalau mau melanjutkan maka dianggap sebagai santri baru yang harus membayar uang pangkal sekitar Rp 10 juta," katanya.

jadi tanda tanya, kok bisa uang pangjkal yang sudah dibayar unti,putra dialihkan ke orang lain, itu yang menjadi pertanyaan kami

Abdul Hamim Jauzie berpendapat bahwa Ashanty tak serius menanggung biaya sekolah Putra.

"Kesimpulan kami berpendapat bahwa Ashanty tidak sungguh-sungguh mesatrenin Putra, " katanya.

Abdul Hamim juga sudah menerima jawaban dari pihak Ashanty.

Kata pihak Ashanty, menurut Abdul Hamim Jauzie, hal tersebut sudah menjadi kebijakannya.

"Ketika ditanya kenapa kemudian tidak lagi menjadi tanggung jawab pihak Ashanty, hanya disampaikan ini kebijakan kami," kata Abdul Hamim Jauzie.


"Tanpa menyebutkan alasan apapun, bagi saya ini hal serius yang harus disikapi,

Putra ini orang lemah tidak berdaya, betul ada kakanya tapi tidak banyak berbuat, " kata Abdul Hamim Jauzie.

Atas hal tersebut pendidikan Putra kini, menurut Abdul Hamim Jauzie menjadi terganggu.

Pasalnya sebelumnya Putra sekolah di SD Jurangmangu, kemudian diangkat Ashanty dan disekolahkan di pesantren.

"Kemudian pindah ke sana kemudian diputus begitu saja tanpa ada surat pindah,

ini statusnya apa Putra ini, ini tidak jelas, tidak hanya menggangu sikologi Putra tapi ini juga mengancam pendidikan Putra ke depan,

apa statusnya sekarang, sekolah di sana juga bukan, kami tentu bisa membiayai Putra di sana tapi tolong pihak Ashanty memberi jawaban,

tidak masalah diberhentikan tapi harus ada jawaban yang jelas dari Ashanty penyebabnya apa, alasannya apa, salah Putra apa,

dan itu harus disampaikan tidak hanya menyampaikan ini kebijakan kami kemudian lalu selesai," kata Abdul Hamim Jauzie.

"Itu kekecewaan saya melihat perkembangan putra selama ini," tutupnya soal nasib Putra, anak angkat Ashanty dan Anang Hermansyah.

Soal ini TribunnewsBogor.com belum mendapat konfirmasi dari pihak Ashanty dan Anang Hermansyah.

3 Kali Kabur

Dalam vlog di kanal The Hermansyah A6 yang dilansir pada Jumat (17/7/2020), Ashanty tampak tegas memberikan nasihat untuk Putra dan Aulia.

Ashanty terlihat menekankan pesan mendalam kepada Putra.

Bahwa Putra tidak boleh membuat malu Ashanty.

"Di sana harus bersih. Enggak boleh jorok. Punya teman baru nanti harus kasih tahu bunda. Kabarin. Putra jangan bikin malu Bunda loh beneran. Orang udah terkenal Kamu itu anak angkat Bunda," ungkap Ashanty dilansir TribunnewsBogor.com.

Mendengar nasihat dari sang Bunda, Putra dan Aulia pun mengangguk.

Menegaskan pesannya, Ashanty kembali mengingatkan Putra.

Ashanty lantas mengenang Putra yang dulu pernah tiga kali kabur dari pesantren.

"Bunda enggak mau lagi ngurus," pungkas Ashanty.

"Iya Bund," ucap Putra.

"Buat kalian tahu ya guys. Putra ini udah tiga kali masuk pesantren tapi selalu kabur. Alasannya karena pesantrennya gratis, parah kan dia," imbuh Ashanty.

"Enggak gitu," ujar Putra.

"Yang dulu-dulu katanya. Giliran dapat yang bagus, kabur lagi. Awas Kamu !" kata Ashanty.

"Waktu dulu kan enggak diniatin," timpal Putra.

Tak cuma Ashanty, Anang juga memberikan nasihat untuk Putra.

Anang bahkan memberikan target bahwa dalam waktu sebulan, Putra dan Aulia harus sudah pandai mengaji.

"Pokoknya kalau sampai main game lagi, awas," kata Anang.

"Kan enggak bisa bawa hp," ucap Ashanty.

"Pokoknya sebulan lagi ketemu, ke sini udah jago ngaji loh," ujar Anang.

"Pokoknya enam bulan lagi udah jago ngaji. Jago baca Al Quran, pinter. Bunda akan kasih reward (hadiah) kalau rangking tiga besar," kata Ashanty.

Kepada Aulia dan Putra, Anang Ashanty menaruh harapan besar.

Bahkan diminta Ashanty, Putra dan Aulia akan ditaruh di pesantren hingga kuliah.

Anang pun berharap agar Putra nantinya bisa mahir berbahasa Arab.

"Jangan loh Aulia ya, jangan kabur. Sampai kapan (di pesantren)?" tanya Anang.

"Maunya sampai kuliah ya Putra dan Aulia. Tapi lihat dulu lulus SD," pungkas Ashanty.

"Kalau Kamu besok pintar banget, bisa bahasa Arab, bisa kuliah di Arab," imbuh Anang.

Kepada Ashanty, Aulia mengaku sangat senang karena bisa menimba ilmu di pesantren.

Aulia pun berharap agar dirinya kelak bisa jadi dokter kebanggaan Ashanty.

Berbeda dengan Aulia, Putra mengaku ingin jadi pengusaha cilok.

Tak memutus semangat Putra, Anang mengaku setuju jika kelak anak angkatnya itu jadi pengusaha sukses.

"Sekarang dia udah jadi pengusaha cilok. Masa lulus kuliah mau jadi pengusaha cilok ?" tanya Ashanty.

"Loh kalau perusahaan cilok se-Indonesia raya ya enggak apa-apa," ucap Anang.

"Tapi maksud Bunda namanya cita-cita harus setinggi-tingginya," kata Ashanty.

"Putra yang memiliki perusahan cilok se-Indonesia," imbuh Anang.

Resmi dilepas Ashanty dan Anang Hermansyah, Putra dan Aulia pun kini menimba ilmu di pesantren.

Putra dan Aulia tampak semringah ketika sampai di Al Basyir Islamic Boarding School di Cibungbulang, Bogor.

sumber: bogor.tribunnews. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel