KRONOLOGI Lengkap Penangkapan Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Polwan Cantik Asal Sidoarjo Karena Terjerat Penyalahgunaan Narkoba


Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti diamankan Propam Mabes Polri, dan Polda Jabar terkait narkoba.

Polwan asal Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ini ditangkap bersama 11 anggotanya.

"Yang jelas memang ada anggota Polsek Astana Anyar yang diamankan terkait diduga menyalahgunakan narkoba," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.

Laporan bermula dari aduan masyarakat, yang disampaikan kepada Propam Mabes Polri.

"Kemudian Propam Mabes Polri menyampaikan ke Propam Polda Jabar. Seketika Propam Polda Jabar bergerak menuju Polsek Astana Anyar untuk mencari beberapa orang yang sudah dicurigai," ujar Erdi kepada wartawan.


Total ada 12 polisi yang diamankan propam, termasuk Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menjelaskan 12 orang, termasuk Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti, masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar.

Meski tak ditemukan barang bukti, belasan polisi tersebut melewati proses tes urine.

"Kemudian dilakukan cek urine dan sebagainya, terus sampai sekarang masih dilakukan pendalaman dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polda Jabar. Nah sekarang masih dilakukan tes urine dan masih dilakukan pemeriksaan, nanti perkembangan akan kita sampaikan,"kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.

Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti diamankan di sebuah tempat di Bandung pada Selasa (16/2) kemarin.


Dicopot

Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri mengganti Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, pascapenangkapan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Jabar dengan nomor ST/267/II/KEP/2021 yang diterima Tribun pada Rabu (17/2/2021). Surat telegram itu diteken pada 17 Februari.

Petikan putusannya, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi Kapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung Polda Jabar dimutasikan sebagai pamen Yanma Polda Jabar dalam rangka riksa.

Penggantinya, yakni Kompol Fajar Hari Kuncoro Kapolsek Cinambu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung Polda Jabar.

Seperti diketahui, sejumlah anggota polisi diamankan Propam Mabes Polri dan Polda Jabar Selasa (16/2/2021) karena dugaan penggunaan narkoba.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago membenarkan informasi yang beredar tersebut.

"Yang jelas memang ada anggota Polsek Astana Anyar yang diamankan terkait diduga menyalahgunakan narkoba," ujar Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (17/2/2021).

Ia mengatakan, penangkapan itu bermula dari pengaduan masyarakat yang disampaikan ke Propam Mabes Polri.

"Kemudian Propam Mabes Polri menyampaikan ke Propam Polda Jabar. Seketika Propam Polda Jabar bergerak menuju Polsek Astana Anyar untuk mencari beberapa orang yang sudah dicurigai," ujar Erdi.

Dari penangkapan itu, propam kemudian melakukan tes urin pada mereka yang dicurigai dan hasilnya positif urin.

"Totalnya ada 12 anggota yang diamankan termasuk Kapolsek Astana Anyar," ucap Erdi

Sisi lain sosok Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti diungkap, punya sebutan khusus dari warga

Bunda Kompol Yuni Purwanti Dikenal Ramah

Seperti apa sosok dari Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti diungkap oleh warga.

Untuk diketahui, Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti ditangkap Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jabar di sebuah hotel di Kota Bandung dan diduga positif narkoba, Selasa (16/2/2021).

Oleh warga Astana Anyar, Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti kerap dipanggil dengan sebutan "Bunda".

Kompol Yuni Purwanti pun dikenal kerap hadir saat terjadi musibah yang menimpa warga.

Bahkan, dia juga selalu ada saat kegiatan sosial.

Karena itu, warga berharap kabar Kompol Yuni Purwanti ditangkap adalah tidak benar.

"Mudah-mudahan bukan Bunda yang tertangkap, saya berharap berita hoaks karena Bunda sangat mumpuni di mata warga, " ujar seorang warga RW 07, dikutip dari berita TribunJabar.id yang sudah terbit sebelumnya.

Sementara itu, warga lainnya berharap agar Kompol Yuni Purwanti bisa sabar.

Apa yang terjadi pada Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti itu disebut sebagai cobaan.

"Bunda sing sabar menghadapi cobaan, ya. Mudah-mudahan bunda tetap semangat dan bangkit," ujar seorang warga.

Sementara itu, Camat Astana Anyar, Syukur Sabar mengaku belum mengetahui kasus narkoba yang menimpa Kompol Yuni Purwanti.

Syukur Sabar pun kaget dan mengatakan sempat tidak percaya.

"Saya kaget mendengarnya, tidak menduga dan tidak percaya, ah. Sehari -hari biasa-biasa saja bekerja penuh kinerja," ujarnya melalui sambungan telepon.

Selama ini, Kompol Yuni Purwanti dikenal memiliki kinerja yang baik.

Bahkan, selama pandemi Covid ini ia rajin untuk sosialisasi protokol kesehatan.

"Selama pandemi Covid ini, beliau berkeliling ke warga bersama-sama untuk menyosialisasikan protokol kesehatan dan beliau juga dekat dengan masyarakat," ujar Syukur Sabar.

Sederet Prestasi Kompol Yuni Purwanti 

Kompol Yuni Purwanti sebenarnya punya sederet prestasi, terutama dalam hal mengungkap kasus narkoba.

Bahkan, demi melakukan penangkapan, ia sering menyamar dan bertransaksi dengan para bandar narkoba.

Polwan angkatan 1989 itu mengatakan, ketika menyamar ia memang tidak mudah dikenali.

Kompol Yuni Purwanti memang kerap berpakaian nyentrik.

Dia sendiri yang mengaku kerap mengenakan kaus, celana levis bolong, dan sepatu converse.

"Sering ketemu berdua (dengan bandar narkoba), pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan, sering sekali gontok-gontokan kayak petinju, sampai masuk got malah," katanya, dikutip SURYAMALANG.COM dari TribunnewsBogor.com.

Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971 ini pernah bercerita mengenai salah satu aksi yang dilakukannya dalam memberantas narkoba pada 2019.

Saat itu, dia menjabat sebagai Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar.

Adapun kasus yang diungkapnya adalah kasus peredaran kokain di Bogor.

Bersama sejumlah personel jajaran Polda Jabar, Kompol Yuni Purwanti berhasil menangkap dua orang pelaku yang membawa narkotika jenis kokaina atau kokain di Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2019).

Untuk menangkap kedua pelaku, Kompol Yuni bersama personel lainnya melakukan metode undercover atau menyamar selama tiga hari di Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

Hasilnya, pelaku berinisial AS dan YA ditangkap.

Awalnya, AS dulu yang ditangkap pada 30 Maret 2019 pada pukul 16.00 WIB di rumahnya di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dari AS, polisi menyita 20 gram kokain.

Setelah kasus itu dikembangkan, polisi pada akhirnya juga bisa meringkus YA di dekat sebuah minimarket di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekira pukul 20.00 WIB.

"Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi," kata Kompol Yuni, Selasa (9/4/2019) kepada wartawan TribunJabar.id.

Lebih lanjut, saat itu Kompol Yuni Purwanti mengatakan, harga dari kokain itu adalah Rp 50 juta dan diduga akan diedarkan di wilayah Gunung Putri karena banyaknya villa di daerah tersebut.

Dikatakannya, kokain adalah jenis narkotika kelas atas (high class).

"Tapi karena ini narkotika kelas atas dan mahal, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengonsumsi. Ternyata di wilayah Jabar ada transaksi kokain, selama ini tidak ada. Kami masih melakukan pengembangan, pengakuan pelaku bahwa barang tersebut berasal dari Jakarta," katanya.

Proses penangkapan pelaku tersebut ternyata tak mudah.

Yuni berujar, ia dan timnya mendapat perlawanan secara fisik, tapi prinsipnya mereka tidak ingin targetnya lepas.

"Ya, biasalah, namanya juga orang, ya, tidak mau ditangkap, tapi kami tidak mau melepas target," katanya.

Baca juga: Berawal dari Pengaduan, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni dan 11 Polisi Ditangkap Gegara Narkoba

12 Orang Ditangkap

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, totalnya ada 12 anggota yang ditangkap, termasuk Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti.

"Soal apakah semuanya anggota Polsek Astana Anyar sedang didalami," ucapnya.

Saat ini tulisan ini dibuat, mereka sedang diperiksa Propam gabungan.

Informasi yang dihimpun, propam mengamankan barang bukti sabu seberat tujuh gram.

Namun ini belum disebutkan oleh Erdi.

"Barang bukti tidak ada. Tapi, ada satu kasus yang ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang satu kasus awalnya, itu memang ada barang buktinya. Tapi yang di polsek itu tidak ada dan kebetulan ada beberapa orang yang positif setelah dicek urinenya, ini yang akan didalami," ucap Erdi.


Sumber: Kompas TV dan Tribun Jabar 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel