Michael Yukinobu de Fretes (Nobu) Kini Masih Berada di Jakarta, untuk Menjalani Wajib Lapor atas Kasus Video syur yang Menjeratnya, Ungkap Suatu Impiannya ingin Jadi Orang Sederhana dan Temani Orang Tua


Michael Yukinobu de Fretes masih berada di Jakarta untuk menjalani wajib lapor atas kasus video syurnya dengan Gisella Anastasia.

Nobu, begitu ia disapa, mengaku tak tahu menahu sampai kapan ia bakal menjalani pemeriksaan.

Pria yang gemar berolahraga basket ini meminta doa agar ia kuat menjalani proses ini.

"Belum tahu (sampai kapan wajib lapor). Saya ikutin aja prosesnya," kata Nobu.

 "Yang pasti doa dari teman-teman semua biar saya bisa melewati proses ini dengan baik," imbuhnya.

Nobu diketahui kembali menjalani wajib lapor kedua pada Senin (11/1/2021) kemarin.

Gisel sendiri menjalani wajib lapor perdana pada Senin kemarin (11/1/2021)

Keduanya memang tak ditahan hanya diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis.

Menurut polisi, kooperatifnya Gisel dan Michael Yukinobu de Fretes menjadi alasan mengapa keduanya tak ditahan di penjara.

Selain pertimbangan kooperatif, alasan kemanusiaan Gisel sebagi ibu juga menjadi alasan kuat penyidik tak menahannya.

Setelah status tersangkanya diumumkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus pada Selasa (29/12/2020), Gisel dikenakan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 UU No. 44 2008 tentang Pornografi dengan ancaman 6 bulan sampai 12 tahun penjara.

Nobu mengakui ialah pria di dalam video syur 19 detik yang beredar di media sosial, ia sebelumnya terancam Pasal 8 juncto Pasal 34 UU No. 44 2008 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Hingga kini, Nobu masih menjalani proses hukum yang melibatkannya.

Sama seperti Gisella Anastasia yang masih aktif menjalani kegiatannya, Nobu juga melakukan hal yang sama.

Ia juga aktif berbagi postingan di Instagram yang kini sudah difollow 140Ribu pengikut.

Dalam postingan terbarunya, Nobu mengungkap soal harapan dan keinginannya untuk menjadi orang sederhana dan membahagiakan orangtua.

"Mimpiku itu sederhana, nggak yang tinggi2 banget.

hidup sederhana & ingin membahagiakan orang tua.

Hanya untuk menemani kedua orang tua ku saja

yang menjadi tujuanku kenapa aku pulang ke Indonesia.

Karena, apalah artinya kita sukses,

kalau kita tidak menemani mereka di masa tua.

Mungkin aku memang hanya bisa berencana,

tapi Tuhan yg berkehendak. dan apapun itu,

aku hanya bisa menjalankannya.

sehat2 selalu ya untuk papi & mami di Medan sana .

God Bless our family," tulisnya dalam Instagram.


Kepada awak media, Nobu mengakui pekerjaannya terhambat karena kasus hukum yang ia jalani.

"Dampaknya ya, mungkin saya merasa waktu-waktu pekerjaan saya mungkin lebih tertunda ya,"

Sebagai desainer arsitektur, ia menunda beberapa pekerjaannya demi pemeriksaan kasus yang menimpanya.

"Saya sebagai desainer arsitektur yang saya jalani, tetapi harus saya tunda untuk proses ini," kata Nobu.

Nobu menyatakan akan tetap kooperatif mengikuti proses hukum.

"Menyikapi hal ini kalau jujur saya mengikuti proses hukum, kooperatif saya ya proses yang saya jalani," tutur dia.

(*)

sumber: solo.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel