Doa Ustaz Abdul Somad Setelah Syekh Ali Jaber Meninggal: Aku Ingin Satu Majelis Bersamamu di Surga


Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia meninggalkan duka mendalam kepada banyak masyarakat Indonesia tak terkecuali Ustaz Abdul Somad.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan duka mendalam saat mengetahui kabar kepergian Syekh Ali Jaber untuk selamanya. 

Ustaz Abdul Somad juga membagikan foto kenangan dirinya bersama almarhum Syekh Ali Jaber. 

Terlihat keakraban antara Ustaz Abdul Somad dan Syekh Ali Jaber yang ternyata dulu pernah mengisi kegiatan tausiyah bersama. 


“Selesai tausiyah untuk malam tahun baru. Kami makan di rumah jamaah."

"Dari masjid menuju rumah jamaah, beliau curhat, "Ada beberapa orang yang nelpon saya. Komplen. Kenapa saya ngucapkan ta'ziyah untuk enam syuhada'."

"Saya alihkan ke cerita lain. Saya tak ingin kami larut dalam kemarahan. Jarang-jarang jumpa."

"Saya ingin santai, duduk dengan orang berilmu,” tulis UAS dalam keterangan foto yang diunggahnya di Instagram. 


“Saat akan shalat, beliau persilahkan saya jadi imam sambil mengatakan, "Min ahlil-'ilmi", saya jawab, "min ahlil-Qur'an", beliau pun maju,” tulisnya kembali.

Pertemuan yang singkat itu, rupanya sangat memberikan arti yang mendalam bagi UAS.

“Pertemuan itu singkat. Tapi padat manfaat. Satu majelis ilmu. Satu majelis shalat berjamaah. Satu majelis makan bersama orang-orang sholih. Aku ingin satu majelis bersamamu di surga wahai Syaikh Ali Jabir. Bersama Rasulullah Saw,” tulis UAS.


Unggahan UAS tersebut langsung dibanjiri komentar dan doa dari netizen.

“Patah hati terbesar selain melihat orang tua semakin menua dan saya belum sedikitpun berbakti pada mereka, yaitu ditinggal ulama yang selalu berdakwah dijalan Allah SWT. Sebentar lagi ramadhan Syaikh, biasanya ditemani setiap ramadhan. Entah akan seperti apa ramadhan tahun ini, semoga Allah SWT memberikan tempat terindah untukmu Syaikh Ali Jaber #aamiin #syaikhalijaber,” tulis netizen.

"Salah satu tanda, hilang atau dicabutnya ilmu adalah wafatnya seorang Ulama". Innalillahi wainnailahi roji'un, Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fuanhu. Semoga Allah memberikan surga firdaus untuk mu syaikh Ali Jaber,” tulis netizen lainnya.

“Innalillahi wa innailaihi raaji'un sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT...Aamiin Ya Rabbal Allamiin jgn lupa ya Ustadz jika Ustad berada di syurga cari sy ya Ustadz klo tidak ada sampaikan kepada Alloh saya ingin berkumpul bersama orang orang sholeh d syurga,” tulis netizen.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta hari ini, Kamis (14/1/2021).

Pendakwah ternama ini dinyatakan negatif corona setelah sebelumnya terinfeksi virus tersebut.

Lahir di Madinah, 3 Februari 1976, almarhum sejak kecil telah menekuni membaca Alquran.

Ayahnya yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran.

Wasiat Syekh Ali Jaber Sebelum Meninggal

Sebelum meninggal dunia, Syekh Ali Jaber sempat mengungkapkan wasiatnya hingga keingingannya menikahkan sang anak.

Sang istri yakni Umi Nadia pernah menceritakan wasiat Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber wafat ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melansir Tribun Sumsel: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Ini Wasiat Syekh Ali Jaber Hingga Ingin Nikahkan Anak, Ali Jaber beralasan, Lombok mempunyai pesan tersendiri baginya.

Hasan lahir di Lombok.

“Ketika saya di Lombok ini, saya jauh lebih merasa nyaman.

Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok, anak saya lahir di Lombok,” ujarnya dalam Syekh Ali Jaber di channel sasak update yang diunggah ke YouTube, 30 Desember 2020.

“Kakek saya dua-duanya kelahiran Lombok.

Kakek saya meninggal mati syahid melawan penjajah Jepang di Ampenan Lombok.

Saya sampaikan ke Pak Jokowi waktu ketemu, saya sebenarnya cucu pahlawan tapi belum terdaftar.

Bahkan ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran Indonesia di Bumiayu dan adiknya juga kelahiran Lombok,” ujar Ali Jaber di channel sasak update.

Syekh Ali Jaber juga berkeinginan ingin dimakamkan di Madinah.

Namun berhubung dia berada di Indonesia, dia pun berwasiat untuk dimakamkan di Pulau Seribu Masjid tersebut jika dia wafat.

“Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok,” ucapnya.

Ali Jaber juga mempunyai keinginan mulia membina anak-anak diLombok menjadi calon penghafal Alquran.

“Lombok termasuk pulau kesayangan saya, makanya saya tadi sampaikan ke Pak Kanwil, Insya Allah rencana kami bersama Kapolda, untuk kita kedepan memimpin, membina anak anak Lombok menjadi calon hafidz dan hafidzah untuk acara Hafidz Indonesia di RCTI,” pungkasnya.

Mau Nikahkan Anak

Ali Jaber menyampaikan Hasan lebih pintar darinya.

“Hasan sudah usia 20, Mau menikah sekarang atau nanti saja? Kata Ali Jaber ke Hasan.

sumber: suryamalang.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel